Wednesday, October 9, 2013

Penarikan Contoh Tak Berpeluang (Nonprobability Sampling)



Penarikan contoh tak berpeluang atau nonprobability sampling merupakan salah satu metode penarikan contoh dimana terdapat elemen dari populasi yang tidak memiliki peluang untuk terambil sebagai contoh, dengan kata lain metode ini tidak melibatkan pengacakan seluruh elemen. Metode ini tidak memungkinkan peneliti untuk menduga galat maupun bias dari parameter. Oleh karenanya, pengukuran terhadap reliabilitas dan validitas dari hasil survey dengan metode penarikan contoh tak berpeluang juga menjadi tidak mungkin untuk dilakukan. Terdapat pula sumber lain yang mengatakan bahwa pengujian statistik mungkin saja dilakukan pada metode ini, namun penarikan kesimpulan hanya berlaku untuk contoh yang diamati saja, tidak dapat digeneralisasi terhadap seluruh anggota populasi.
Metode penarikan contoh tak berpeluang cukup sering digunakan, terutama pada survey untuk riset pemasaran dan opini publik. Hal ini terjadi karena kebanyakan peneliti menganggap bahwa metode penarikan contoh ini lebih fleksibel dari segi sumberdaya waktu dan biaya. Selain itu terdapat pula beberapa kasus yang memang hanya memungkinkan untuk dijangkau informasinya menggunakan metode penarikan contoh tak berpeluang.


Tipe Penarikan Contoh Tak Berpeluang (Nonprobability Sampling) 



a.      Accidental, Haphazard, atau Convenience Sampling
Penarikan contoh ini dilakukan secara spontan, biasanya melibatkan orang yang secara kebetulan berada di lokasi dimana data sedang dikumpulkan. Ilustrasi sederhana mengenai teknik penarikan contoh ini adalah ketika seorang reporter mewawancarai masyarakat di sekitar lokasi tempat liputan berlangsung untuk mengumpulkan opini publik. Karena terdapat unsur ketidaksengajaan seseorang menjadi responden, kadangkala contoh yang digunakan dalam teknik ini bisa menjadi kurang representatif. Namun demikian, teknik ini cukup sering digunakan terutama dalam riset di bidang psikologi.

b.      Purposive atau Judgmental Sampling


Berbeda dengan convenience sampling, dalam melakukan teknik penarikan contoh purposive atau judmental sampling, peneliti telah memiliki tujuan atau sasaran yang ingin dicapai. Umumnya mereka telah memiliki kriteria tertentu mengenai karakteristik target responden yang diinginkan. Teknik ini amat berguna ketika peneliti ingin mengumpulkan contoh yang memenuhi kriteria dalam waktu yang lebih singkat, dan ketika proporsi penarikan contoh tidaklah menjadi prioritas utama dalam penelitian.

Read more...