Penarikan contoh tak
berpeluang atau nonprobability sampling
merupakan salah satu metode penarikan contoh dimana terdapat elemen dari populasi
yang tidak memiliki peluang untuk terambil sebagai contoh, dengan kata lain
metode ini tidak melibatkan pengacakan seluruh elemen. Metode ini tidak
memungkinkan peneliti untuk menduga galat maupun bias dari parameter. Oleh
karenanya, pengukuran terhadap reliabilitas dan validitas dari hasil survey
dengan metode penarikan contoh tak berpeluang juga menjadi tidak mungkin untuk
dilakukan. Terdapat pula sumber lain yang mengatakan bahwa pengujian statistik
mungkin saja dilakukan pada metode ini, namun penarikan kesimpulan hanya
berlaku untuk contoh yang diamati saja, tidak dapat digeneralisasi terhadap
seluruh anggota populasi.
Metode penarikan contoh
tak berpeluang cukup sering digunakan, terutama pada survey untuk riset
pemasaran dan opini publik. Hal ini terjadi karena kebanyakan peneliti
menganggap bahwa metode penarikan contoh ini lebih fleksibel dari segi sumberdaya
waktu dan biaya. Selain itu terdapat pula beberapa kasus yang memang hanya
memungkinkan untuk dijangkau informasinya menggunakan metode penarikan contoh
tak berpeluang.Tipe Penarikan Contoh Tak Berpeluang (Nonprobability Sampling)
a. Accidental, Haphazard,
atau Convenience Sampling
Penarikan contoh ini dilakukan secara spontan,
biasanya melibatkan orang yang secara kebetulan berada di lokasi dimana data
sedang dikumpulkan. Ilustrasi sederhana mengenai teknik penarikan contoh ini
adalah ketika seorang reporter mewawancarai masyarakat di sekitar lokasi tempat
liputan berlangsung untuk mengumpulkan opini publik. Karena terdapat unsur
ketidaksengajaan seseorang menjadi responden, kadangkala contoh yang digunakan
dalam teknik ini bisa menjadi kurang representatif. Namun demikian, teknik ini
cukup sering digunakan terutama dalam riset di bidang psikologi.
b. Purposive atau Judgmental
Sampling
Berbeda dengan convenience sampling, dalam melakukan teknik penarikan contoh purposive atau judmental sampling, peneliti telah memiliki tujuan atau sasaran
yang ingin dicapai. Umumnya mereka telah memiliki kriteria tertentu mengenai
karakteristik target responden yang diinginkan. Teknik ini amat berguna ketika
peneliti ingin mengumpulkan contoh yang memenuhi kriteria dalam waktu yang
lebih singkat, dan ketika proporsi penarikan contoh tidaklah menjadi prioritas
utama dalam penelitian.